Home

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

-Let me tell you-

Blog ini dikhususkan untuk dokumentasi pribadi dari diary kehidupan aku sendiri. Buat teman-teman yang dengan sengaja atau ga sengaja datang ke blog ini, silakan dibaca. Semoga bisa diambil hal-hal yang bermanfaat. InsyaAllah.

Namun, melihat kehidupan sekarang ini, tujuan lain dari blog ini juga:

A. Sebagai media tabayyun.

Apa itu tabayyun?

Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.” (Fathul Qadir, 5:65)

Mengapa harus tabayyun?

Dari hasil browsing, pengamatan serta pendapat pribadi aku, di zaman yang amat canggih ini, dimana media sosial sudah sangat erat dengan kehidupan masyarakat. Dan kehidupan masyarakat tak jarang penuh isu-isu, kabar burung atau gosip. Fitnah dunia, Ya. Intinya sih untuk menghindari kesalahpahaman terhadap berita-berita yang beredar khususnya yang menyangkut diri pribadi.

Tambahan lagi nih dari hasil browsing, ternyata di Al Quran pun Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوْا أَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلىَ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat : 6).

B. Sharing and Caring Media

Dengan meluasnya pemakaian media sosial makan akan mudah juga untuk share sesuatu yang insyaAllah bermanfaat. Seperti yang Rasulullah SAW sabdakan,

“Sampaikanlah walau hanya satu ayat”

Dokumentasi pribadi ga sekadar cuma dokumentasi, kalau ada hikmah dari suatu kejadian, ga ada salahnya di share supaya orang lain dapat mengambil hikmah dan belajar dari pengalaman kita. Dari hal kecil itu menunjukan bahwa kita “peduli”.

Wassalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Iklan